Post

Blog vs Facebook Note

In web 2.0 on May 12, 2009 by Rorizki Tagged: ,

Akhirnya, saya datang lagi ke dalam dunia blog. Saya kembali menuangkan ide cerita ke dalam sebuah tulisan di media ini. Sudah berapa lama saya tidak melihat tampilan “add new post” di wordpress? Belakangan ini, saya disibuki dengan beberapa macam pekerjaan, yang paling utama sih Tugas Akhir. Namun, bukan berarti sekarang ga ada kerjaan, tapi ya karena saya rindu ngeblog, jadi dipaksa untuk muter otak buat nulis. Oia, saya juga telah berpindah blog, awalnya dari http://diaryeki.co.cc (sudah di remove), dan akhirnya memilih blogdetik untuk menampung tulisan-tulisan saya. Kenapa saya pindah? Karena eh karena, lemot sekalii itu blog, mungkin karena semuanya gratisan kali ya? hehe. Terus, kenapa milih blogdetik? Nah, percaya atau tidak, saya memilih blogdetik dengan alasan blogdetik adalah blog yang identik dengan Indonesia, walaupun tetap make engine WP. haha. Gak apa-apa, mana tau bentar lagi blogdetik mau buat engine blog sendiri kan aduhai tuh. Oia, hampir lupa, sebelum saya melirik blogdetik, sempat terlintas juga ide buat domain sendiri, tapi karena keterbatasan dana.. hmmm.. ya begitulah.. haha.. Oke, di kesempatan pertama di blog baru ini, saya memaparkan ide tentang pertarungan yang mungkin akan terjadi: Blog vs Facebook Note.

Saya yakin, Anda pasti tau Facebook kan? Atau malah, udah punya account Facebook? Ya, di sini saya membicarakan suatu fitur di dalam Facebook (akan ditulis dengan fb untuk berikutnya), yaitu note. Dari halaman aplikasinya, saya peroleh “With Facebook Notes, you can share your life with your friends through written entries. You can tag your friends in notes, and they can leave comments. The Notes application page displays notes recently written by your friends, notes in which your friends have been tagged, and links to your own notes.” Note fb adalah suatu fitur yang dapat digunakan untuk mencurahkan isi pikiran kita ke dalam bentuk tulisan. Mirip sekali dengan blog. Hanya saja, note fb belum memiliki kemampuan layaknya blog, seperti: kategori, stats, dan lainnya. Tapi, note fb cukup powerful. Malah banyak teman-teman saya, yang awalnya rajin nulis di blog, sekarang malah berpindah untuk nulis di note fb. Kenapa?

Satu hal yang paling bikin hati adem ayem saat kita nulis adalah ketika orang-orang membaca tulisan kita, ketika mereka memberikan komentar. Nah hal ini bisa dibilang susah ditemui di blog. Enak kalau blog kita udah terkenal, nah kalau belum? ya kita harus blogwalking dulu. Saya rasa ini menjadi alasan terbaik bagi blogger untuk pindah menulis di note. Apalagi di note juga bisa nge-tag-in orang-orang supaya setidaknya mereka membaca tulisan kita. Malah, sekarang note fb juga bisa edit tulisan, maksud saya, tulisannya bisa diganti dengan tag html, jadi ga plain banget kayak dulu.

Nah, hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi dunia perblogan, walaupun kita sama-sama tau, kalau Blog dan Facebook memiliki tujuan yang berbeda. Tapi ya tetap saja, dengan adanya note di facebook sudah dapat dikatakan mempunyai fitur utama blog, yaitu: tulisan. Facebook juga bukan cuma “menghajar” blog, tapi juga “membogem” twitter atau plurk. Liat aja, post status di facebook juga bisa dijadikan ajang “chatting”. Jadi ingat, chatting juga bisa dari facebook!! Wah, Facebook emang edan!! Saya sendiri, sebagai seseorang yang kuliah di bidang Informatika, merasa kagum luar bisa melihat sebuah Facebook!! Segala keterkaitan antara komponen satu dengan fitur lainnya, dan sebaliknya: itu sungguh sangat ribet sekali, saudara-saudara.

Semua kembali ke kita, dua-duanya asik-asik saja. Namun, saya pribadi, lebih memilih blog untuk menuangkan ide-ide terbaik saya, walau saya juga sering nulis di note facebook.

Footnote: di tulisan ini, saya tidak membahas kehebatan blog, karena saya anggap kita semua sudah tahu.

t

Beberapa hari yang lalu, saya dikejutkan oleh hal-hal yang menurut saya aneh sekaligus menyebalkan. Saya tak habis pikir mengapa hal itu bisa terjadi. Jangan tanya “emang apa ki yang terjadi?”, karena sejujurnya saya tidak mau membahasnya. Untuk mereka yang diluar sana, mungkin termasuk saya juga, saya berikan beberapa untaian kata dalam musik agar kita semua sadar akan satu hal: JANGAN JADI PECUNDANG.

Jalani kisah memang sarat liku-liku
Perlu ekstra hati-hati biar jalan ga keliru
Tapi terkadang aral datang lebih pagi
Hantam semua keyakinan hati
Goyahkan dinding baja nurani
Belantara hidup memang wajib dihadapi
Jangan pernah ragu melangkah
Dan jangan takut kalah
Ga ada yang ga mungkin jika mau usaha
Tegarkan hati hadapi semua masalah yang coba
menghadang

Na…na na na na…
Jangan jadi pecundang

Hidup cuma sekali jangan bikin ga berarti
Rasa sesal memang slalu datang belakangan
Mulailah merubah diri, siapkan semua strategi
Tatap tajam tujuan dan berusahalah jadi pemenang

Tipe-X – Jangan Jadi Pecundang.

Bangunlah hai pecundang
Saatnya untuk perang
Lihatlah hai dunia
Saatnya kita menang

Endank Soekamti – Pecundang.

pecundang.

Tagged: on March 4, 2009 by Rorizki

15 Comments